Keistimewaan 'Sesingal' Kota Tarakan
- Ferdi Setya Herlangga
- Jan 24, 2024
- 1 min read
Updated: Jan 29, 2024

Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan dan keistimewaan, salah satu yang mencuri perhatian adalah Kota Tarakan, yang berada di Kalimantan Utara. Selain kaya akan kesenian, budaya dan sumber daya alam, Tarakan juga memiliki produk-produk UMKM Binaan Dekranasda Kota Tarakan yang menarik untuk dikoleksi dan dipromosikan. Salah satunya yaitu Identitas busana adat suku Tidung yang bernama ‘Sesingal’ yang merupakan salah satu seni lipat masyarakat tradisional Suku Tidung, yang berbentuk ikat kepala. Sesingal ini biasanya digunakan untuk melengkapi pakaian adat yang biasa dikenakan para tetua adat Suku Tidung. Ada ungkapan di tengah masyarakat Suku Tidung, “utok no benawod de Sesingal.” Apapun kegiatan kaum lelaki Tidung, kepalanya harus selalu diikat dengan Sesingal.
Sesingal, yang merupakan warisan budaya ini harus dijaga agar tidak hilang akibat perkembangan zaman. Selama ini, penggunaan Sesingal hanya dapat ditemukan pada acara- acara adat, seperti pernikahan dan Iraw Tengkayu (Acara Memperingati Ulang Tahun Kota Tarakan). Namun aksesoris bernuansa budaya saat ini semarak dikenakan kepala daerah di Kalimantan Utara dengan bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan sesingal kepada masyarakat luas.
Terdapat beberapa macam Sesingal berdasarkan tingkatan lipatannya yang diantaranya yaitu Sesingal Tanjik Kemagot yang tanjakan atau lipatannya berada di sebelah kanan yang memiliki haraoan berupa kebaikan, Sesingal Tanjik Kait yang tanjakan atau lipatannya berada di sebelah kiri, Sesingal Bengkulung, dan Sesingal Betangkup. Setiap tingkatan dari lipatan Sesingal memiliki maknanya.



Comments